PEMBENTUKAN JATI DIRI MELALUI KEARIFAN BAHASA LOKAL KAMPUNG NAGA SEBAGAI CORE ETHIC VALUE DALAM BERKOMUNIKASI (Studi Kasus tentang Penggunaan Bahasa Lokal Masyarakat Kampung Naga Tasikmalaya)

  • Ela Hodijah N STAI Sebelas April Sumedang

Abstract

Kebijakan yang dihasilkan dari suatu proses yang lama dalam sebuah budaya akan melahirkan sebuah kearifan lokal. Kearifan seperti inilah yang kemudian akan melahirkan karakter tersendiri sebagai ciri khas yang dianut, inilah yang disebut dengan Jati diri sebagai  ciri khas berdasarkan sifat atau tingkah laku baik secara perorangan atau kelompok.Permasalahan yang dirumuskan;  Bagaimana kearifan bahasa lokal warga kampung Naga Tasikmalaya sebagai core ethic value dalam  berkomunikasi?, Bagaimana kearifan bahasa lokal warga kampung Naga sebagai core ethic value berkomunikas dalam pembentukan Jati Diri?. Tujuan untuk mengetahui bentuk kearifan dari bahasa lokal warga kampung Naga Tasikmalaya sebagai core ethic value dalam berkomunikasi. Dan untuk mengetahui core ethic value berkomunikasi melalui kearifan bahasa lokal warga kampung Naga Tasikmalaya dalam pembentukan Jati diri seseorang. 

Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitiankualitatif deskriptif, karena menggambarkan kejadian atau peristiwa yang sebenarnya terjadi dilapangan. Dengan mengambil lokus penelitian di kampung Naga Tasikmalaya. Sebagai sumber data diperoleh dari observasi wawancara, dokumentasi dan kajian Pustaka.

Kesimpulan dari penelitian, bahwa Bahasa yyang digunakan masyarakat kampung Naga Tasikmalaya adalah Bahasa Sunda “Loma”. Adapun Core Ethic Value dalam pembentukan Jati diri bahasa lokal yang dipergunakan warga kampung Naga yaitu Bahasa Sunda Kasar atau Loma/Akrab yang menggambarkan jati diri yang penuh dengan“Kesederhanaan”, Kepolosan” dan “ Keakraban”.Ketiga  Jati Diri inilah  yang dapat peneliti promosikan sebagai basis pembentukan karakter siswa di lembaga Pendidikan Islam


Abstract views: 26 | PDF (Bahasa Indonesia) downloads: 14

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Qur`anul Karim. 2005. Allaku`anul Karim Terjemahan. Jakarta: AlHuda Kelompok Gema Insani.
Aan Hasanah.2012. Pendidikan Karakter Berperspektif Islam. Bandung: Insan Komunika.
Chaer Abdul dan Agustina Leonie. 2004. Sosio Linguistik Perkenalan Awal. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Chaer, Abdul. 2002. Psikolinguistik (Kajian Teoritik). Jakarta: Rineka Cipta.
Elis Suryani dan Anton Charliyan.2013. Manguak Tabir Kampung Naga. Bandung: Dzulmariaz Print.
Endang Poerwati. 2011. Meneratas nilainilai moral dan pendidikan karakter dalam Naskah wulangreh dan Wedhatama. Diunduh 03 Maret 2014. Kongres Bahasa Jawa 5-ki Demang.com
Kridalassana.1982. dalam Elis Suryani. 2013. Menguak Tabir Kampung Naga. Bandung: Dzulmariaz Print.
Magdalia Alfian. Potensi kearifan Lokal dalam Pembentukan Jatidiri dan kareakter Bangsa. Magdalia Alf 10@yahoo.com. Diunduh tanggal 15 Mei 2014.
Nurudin. 2004. Sistem Komunikasi Indonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
S.Takdir Alisyahbana.op.cit h. 207-208. Dalam Jaih Mubarok. 2008. Sejarah Peradan Islam. Bandung: CP Pustaka Islamika.
S.Takdir Alisyahbana.1980.Antropologi Baru. Jakarta:Dian Rakya
Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi (penghimpunan).1964. Setangkai Bunga Sosiologi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Suganda, Elis Suryani dan Anton Charliyan. 2010. Menguak Tabir kampung Naga. 2013.Bandung: Dzulmariaz
Thomas Lickona. www. Cortland.edu/character/abou tus.html.
Published
2018-12-05
How to Cite
Hodijah N, E. (2018). PEMBENTUKAN JATI DIRI MELALUI KEARIFAN BAHASA LOKAL KAMPUNG NAGA SEBAGAI CORE ETHIC VALUE DALAM BERKOMUNIKASI (Studi Kasus tentang Penggunaan Bahasa Lokal Masyarakat Kampung Naga Tasikmalaya). Al - Mujaddid: Jurnal Ilmu-Ilmu Agama, 1(1), 54-73. Retrieved from https://jurnal.staisebelasapril.ac.id/index.php/almujaddid/article/view/14